Aku melihat foto mu dengan tatapan tajam, aku percaya di balik bola matamu ada cinta disana.
cinta yang sama sama kita rasakan sejak dulu, tapi tertahan oleh dinding dinding hati kecilmu. ketidakjelasan kita membawaku dalam ketakutan, rasa rasa takut yang masih menghantuiku. sayang separuh jiwamu telah pergi bebas mencari tempat dimana tempat itu penuh dengan keramaian. ku mengharapkan ada cerita cerita manis yang kuharapkan akulah menjadi pemeran utamanya.
Tak mungkin kau dibutakan oleh harapan harapan palsu, tak mugkin kau terlalu tuli tuk mendengarkan perhatianku, bisikan bisikan kalbu yang memaksaku untuk menahanmu disini. tak mungkin kau terlalu bodoh tuk memahami isi dalam hatiku, ku ingin sekali menjauh darimu tapi sosok dirimulah yang selalu terpancar dalam bayangan ingatanku, harus dengan apa lagi aku mengatakan bahwa aku mencintaimu bahkan dalam kesakitan apapun.
Setiap aku memerhatikan akun Twitternya itulah kebiasaanku disetiap malam.
Setiap Kegalauanku, saat aku melihat foto-fotomu ku jadikan sebagai bahan tertawaanku semata walaupun itu menyakitkan bagiku yang entah mengapa itu membuat ku lepas melampiaskan semua kesedihan. kemudian, lukaku bisa kau jadikan materi agar kau tahu cinta bertepuk sebelah tangan itu sangat menyakitkan.
Ketika aku menyadari kamu telah berubah, setiap hari aku berusaha mengembalikan dirimu yang dulu. Mengingatkanmu pada mimpi mimpi kita dulu, aku memahami bagaimana dulu kita pernah saling jatuh cinta, membuatmu paham ada seseorang yang tak ingin diam ketika melihatmu tiba tiba jadi seseorang yang berbeda. Telah kau tinggalkan semua cerita cerita dulu saat bersamaku, Telah kau lepaskan semua kenangan indah yang pernah kita lalui.
Semoga keputusanmu bukan karena kamu selalu bilang lelaki dengan status sosial seperti aku tak ingin menghabiskan sisa hidup dengan apa yang aku rasakan saat ini.
Semoga kepergianmu bukan karena kamu takut pada kesetiaanku. Ku tak tahu apa bisa ku bertahan denganmu tetapi aku tahu satu hal ku menyayangi dirimu, memang tak mudah semua yang kita alami yang kita jalani hanya dapat terukir di dalam mimpi
0 komentar:
Posting Komentar